This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 03 Mei 2011

Konvoi Gerimis


Matahari yang menggelinjang di awal musim panas tak berkutik dibuai mendung disiang ini. Sorotnya mulai pudar, pendaran cahayanya beringsut menyingsing mengenyahkan takdirnya
Kehidupan seperti baru dimulai,
Gerimis menghuyung datang, menuai rindu gurun yang terus mengepulkan panas, bocah-bocah berlarian mengejar konvoi gerimis, tumpah ruah menari, berjingkrak-jingkrak, di bawah langit yang semakin memucat.

Gerimis mengundang, akupun berlari ke loteng, tak ingin ketinggalan momen ajaib ini, ku bentangkan tanganku, ku tengadahkan wajahku, dan senyumku mulai berpendar seiring kerinduan hati yang melejit-lejit.
Satu rasa yang selalu kutunggu…HUJAN !
Kerinduan hati yang melejit-lejit bak aliran listrik mulai konslet dan mendingin dengan gerimis, terpaan angin juga ikut  mengusung kesejukan hatiku, namun mataku nanar menahan air mataku yang tak mau kalah saing denga gerimis, gerimis membuai khayalku akannya, akannya yang tak mungkin menemaniku menikmati kopi lagi, dan akannya yang meninggalkanku sendiri menunggu gerimis
Khayalku semakin menelisik lorong-lorong kusam, mencari pecahan mozaik yang dulu sempat tercecer, pelan-pelan hatikupun diuntit kesenduan arakan mendung
 Tentang dia yang tertegun menyimak cerita pawang hujan dari negeriku, tentang dia yang menghayalkan upacara permintaan panas orang-orang tionghoa di desaku, tentang dia yang tak habis pikir akan keragaman budaya negeriku.
Letupan-letupan gaung masalaluku menggema di seantero khayalku,
Dan ?
dengar lirih hatiku berbisik :
akan sensasi ciamik sekala terendah yang pernah mengisakan gundah gulana,
menghasilkan momentum sensasi desahan sang ratu dengan kesempurnaan akselerasi dentumannya

suaranya yang parau,

mendesah,
mendesir,
berdesing,
berdenging,
mendesau

dan,
menghilang bersama sepinya


Kampung paUL


Aku tak menyangka, kau menjengukku di kampung pengasinganku ( kompasiana), jujur ! aku jengah dengan  huru-hara yang meramaikan kota (facebook) karena aku tak menemukanmu, mungkin bahasaku kampungan hingga haha hihi sapaku dienyahkan masa. kota bukan rumahku, terlalu ramai untuk mengorasikan sepi dan sendiriku.
Guratan malam semakin nyata di kampungku, bintangpun mulai berpesta meramaikan malam dan aku masih berusaha memetakan rumahku di kampung baruku, menyapa tetangga untuk melegitimasi keberadaanku di kampung ini. Tiap pintu kuketuk untuk sekedar berkunjung tanpa peduli siapa tuan rumahnya, dan kulihat di ujung jalan  rumah yang hampir kulewatkan, kuketuk pintu rumahnya yang disana terpampang jelas sapaan untuk kampung ini " permisi kompasiana", seperti biasa aku tak peduli tuan rumah ini, namun sebelum aku pulang sekelebat bayangan membuatku penasaran, ya ! aku rasa aku kenal pemilik kelebatan bayangan ini, lambat-lambat kupastikan dengan seksama,,
Itu dia  !  " paUL-ku ", dia yang buatku tak pernah bermimpi dan buta, dia yang buatku merasa tak lagi membutuhkan kompas ketika di dekatnya, dia yang telah menghipnotis kesadaranku untuk tidak menjadi diri sendiri, dia yang membenci perwajahan ambiguku dan perawakan spionasisku.
Bersamanya, mimpiku hanya satu  "menjadi dirinya(paUL)"..namun tak kunjung aku bisa menjadi dirinya, menjelma seperti jelmaannya, dia terlalu sempurna untuk ku anut, tapi aku tak lelah untuk terus mengejar bayangannya, untuk merengkuh jejaknya, aku ingin menjadi bayangannya, aku ingin menjadi jelmaannya
Akhirnya, waktu menjawab kelinglunganku akan dirinya, aku harus pergi menjauh, menjauh dari bayangannya yang semakin lama membuatku menggila, jarak yang memisahkanku dengan bayangannya tak menjadi kendala karena dia masih meneriakkan dan mengobarkan semangatku, aku tergopoh-gopoh jatuh bangun di negeri baruku dengan satu mimpi, menjadi dirinya (paUL) namun hasilnya masih nihil, aku malah terjerembap dan terpuruk, bayangankupun semakin menjauh dari bayangannya, dan saat itulah aku tahu aku bukan dia, aku berbeda dengannya, aku tak memiliki apa yang dia miliki, dan dia tak memiliki apa yang aku miliki.
Sekarang dia bukan bayangan yang aku inginkan seperti dulu, dia cermin bagiku, cermin yang selalu memantulkan semangat yang membakarku tanpa membayangi mimpiku, dan tanpa hipnotisnya yang buatku linglung untuk mencari jati diriku.
Terimakasih untuknya yang selalu mengulum senyum untuk menguatkanku, dan dalam rumahku ku sisakan sepetak tanah untuk disinggahinya " kampung paUL"


Penemuan mutakhir Psikolog Aneh " ohm ( ῼ ) "


Penemuan mutakhir Psikolog Aneh " ohm ( ῼ ) " :  masalah adalah lelucon
Teruntuk petugas PSK ( Pemberantas Sindrom Kelon ) sang NYOTA ( pemilik akun Fuad Nyota di Kompasiana)
Kenapa harus ambil pusing dengan masalah ? ….( ohm )
Ya, karena masalah memusingkan ! ente katanya psikolog kok malah tekon ane …dasar bahlul !...........(sergap Nyota gregetan)
Lho ente ini kok malah ngelonjak ! penculat penculut kayak pocong kebelet setor, beraninya ente mustahbil ( menghina) mbah ohm, gini – gini UNNES tak tolak padahal udah awe-awe ….penemuanku ini udah ditimbang, ditakar, dikira-kira, diraba-raba, dilempar ke mazbalah ( tong sampah), dilindes truck…. ( mbah ohm naik pohon,,ee salah naik pitam….) dan telah didaur ulang !
Yaudah mbah Ohm, kita lanjut aja wes ….! Tancap..! ngeng-ngeng-ngeng……TUT…! Mantrups kan mbah bayarannya…? Kentut rasa lumpia asli dari Semarang…!
Wah iyo – iyo ! uwedan tenan hadiah kentutmu….mantrup euy dech…oye-oye
Ayo lanjut mbah ceramahe…! Bayangin aja mbah entar ente jadi pendakwah di Taman Kartini Rembang, ato alun-alun Rembang, ato mentok di belakang rumahmu wes…! ( kandang maksudnya)
Ehm…ehm..tes tes ketes ketes…!

Rangkaian acara Uedan poooooool bersama Psikolog Aneh " ohm ( ῼ ) "
I-                    Deklamasi Puisi
Apa tentang hujan !
Apa tentang ombak !
Apa tentang sinar matahari !
Apa tentang senyuman !
Apa tentang tangisan !
Mereka bukan bualan dalam kesi-siaan
Hanya saja iramanya kadang tak selaras dengan mindset kita

Apa tentang paradox hidup !
Adakalanya seperti landak yang berkumpul dengan kawanannya di musim dingin
Adakalanya seperti beruang di balik selimut ketika musim dingin
Kan berlabuh senyum jika beruntung, dan akan berbuah duka jika sial

Masalah ?
Dia paradox !
Kenyataan selalu dilahapnya
Dia paradox ! dia jailangkung
" datang tak dijemput ! dan menguntit jika tak diantarkannya pulang"

II-                  Ceramah Terbuka di Taman kartini Rembang
" kau diktepun, aku tak tahu apa yang seharusnya aku tulis, bahkan aku tak ngeh, berapa oktaf lirik lagu sendu mucikari masalahmu yang sedang merenggut keperawanan senyummu, sungguh ! lagumu itu membelot saluran otak warasku, aku tak bisa lagi meneruskan tulisanku ini

III-                Penutup
Berhubung mbah ohm kehilangan otak warasnya, kita tutup acara ini dengan sekapur sirih mbah zee ( saudara kembar siamnya mbah ohm)
" Masalah adalah lelucon " bener kan? Malam ini kita ketawa karena masalah, masalah mbah ohm yang kehilangan kewarasannya di tengah ceramah akbarnya di Taman Kartini Rembang ( ketawa gimana? Malah bikin pusing kepala ceritanya ! )
Kita harus imajinatif mengolah sebuah masalah, matsalan ( semisal ) guyonan diatas yang malah bikin pusing pembacanya, ato bahkan menggubahnya menjadi postingan molek di kompasiana….
 Ya ! Imajinatif mengolah sebuah masalah menjadi suplemen baru bagi asupan jiwa kita yang gering (kurus) dan kurang gizi…(mbah aja kalie yang gering n kurang gizi )
Di zaman yang edan ini, kita juga dituntut edan untuk menyikapinya, karena otak waras tak lagi sejalan   bahkan ketinggalan zaman dengan otak onderdil pemimpin edan ( makin nggak bener ne  mbah zee)
Kita harus jadi penguasa yang diktator dizaman ini ! kan katanya : "berubah itu pasti ! zaman tak bisa dilawan, jangan jadi pengecut "…aduh soli-soli, kebalik …!
Intinya, kita harus mengkondisikan dengan zaman ! semakin semena-mena zaman,  JANGAN DI LAWAN ! TAPI LAYANILAH DENGAN CINTA…! Karena dengan cinta bara api menjadi sejuk,,,!
SIAPA masalah ? berani-beraninya memperdaya kita?
Kita ( manusia) adalah raja ! maka cobalah tiru kediktatoran pemimpin-pemimpin di negeri tetangga ( Indonesia),, kita meredeka ! masalah hanya akan menjajah kemerdekaan kita, anggap saja masalah-masalah adalah menteri-menteri, dan jongos kita ! kalo nyampe nyusahin, morotin, atau berani macaem-macem , PECAT saja !
Ini zaman butuh parlemen anarki ! biar kita sejalan dengan zaman, nggak kaget dengan zaman, nggak kagok dengan zaman…!

IV-               Doa
Semoga kompasianer tidak tercuci otaknya dengan orasi mbah zee ohm yang lagi konslet….!